BisnisBakery.com - Inspirational Cake & Bakery Recipes, Tips & Articles, Resep kue kering - http://www.bisnisbakery.com
Brand Image Creation - Part 2
http://www.bisnisbakery.com/articles/87/1/Brand-Image-Creation---Part-2/Page1.html
By Super Admin
Published on 01/31/2008
 
Menyambung artikel sebelumnya mengenai betapa penting perencanaan aspek identitas atau citra merk, berikut akan coba dibahas mengenai hal-hal yang lebih detail yang berhubungan dengan pengembangan logo untuk identitas produk.


Brand Image Creation - Part 2
Menyambung artikel sebelumnya mengenai betapa penting perencanaan aspek identitas atau citra merk, berikut akan coba dibahas mengenai hal-hal yang lebih detail yang berhubungan dengan pengembangan logo untuk identitas produk.

Pemilihan Warna
Bila kita perhatikan, maka begitu banyak merk yang menonjol di pasaran ternyata dibuat dengan warna dengan hanya pilihan warna dasar dan dengan jumlah atau variasi warna yang minim, katakanlah 2 hingga 3 jenis warna dasar, mengapa demikian? Dengan pilihan warna yang minim, maka akan lebih mudah untuk mengaitkan pilihan warna dengan aspek emosi pemirsanya. Sebagaimana kita ketahui,sebuah logo akan mulai berfungsi pada kesan pertama dari pemirsanya, maka dari itu pemilihan warna dasar akan berfungsi efektif mulai dari pertama kali diperkenalkan pada pemirsa. Tips mengenai warna ini dapat Anda temukan pula pada berbagai industri diluar bakery.

Pada industry makanan khususnya bakery, dapat Anda pilih seputar warna merah, coklat, hitam, dan hijau, dimana secara umum warna merah melambangkan api dan kedinamisan, warna merah/coklat juga banyak dipakai pada industri restaurant. Warna hijau biasanya digunakan untuk menunjukkan materi alamiah atau natural, warna hitam dapat digunakan untuk menunjukkan stabilitas, soliditas dan segala sesuatu yang sistematis dan teratur. Alternatif warna merah dan coklat ini biasa juga disubstitusi dengan oranye, yang biasanya menarik perhatian (eye catching) sejak awal tampilannya.

Warna yang sebaiknya dihindari adalah warna biru dominan, ungu, dan juga merah muda (pink), karena warna biru berasosiasi dengan air, dimana pada bisnis bakery air bukanlah komponen utama, bahkan oposit dari api (pembakaran)


Bentuk dan Jenis huruf
Bentuk juga merupakan komponen yang krusial dalam penyusunan logo sebagai identitas produk, bentuk dan jenis huruf yang tepat akan dapat lebih mudah diingat oleh konsumen, sebagai contoh, bentuk apa yang terpikir bila kita menyebutkan kata coca cola? Tentu saja jenis huruf handscript yang meliuk-liuk yang sangat unik berwarna putih dengan latar belakang merah yang dominan. Contoh jenis huruf tulisan tangan atau handscript pada sebuah bisnis bakery akan menunjukkan lebih banyak menekankan aspek custom atau hand-made dan extra care dari usaha atau owner yang bersangkutan, bisa digunakan juga untuk jenis produk yang memiliki original recipe dari ownernya, sedangkan jenis huruf yang cenderung kapital dan simetris, dapat digunakan untuk penekanan terhadap keteraturan dan modernitas usaha, termasuk juga untuk bisnis yang memiliki banyak produk inovatif. Yang sebaiknya dihindari untuk bidang usaha bakery adalah jenis huruf kapital solid (seperti Arial bold) dengan type italic, karena akan menunjukkan kesan inkonsistensi dan ketidaksolidan usaha, maka dari itu akan jarang kita temukan jenis huruf ini pada merk-merk yang terkenal.

Nama
Pemilihan nama merupakan hal pokok bagi setiap jenis usaha, pada bidang usaha bakery, nama bisa mencerminkan banyak hal. Pemilihan nama perlu juga mempertimbangkan target jangka panjang dari sebuah usaha, bukan tidak mungkin sebuah bisnis dibuat untuk dikembangkan dengan metode waralaba di kemudian hari, atau juga mencoba penetrasi internasional, sehingga nama yang mudah diucapkan dan dikenali (recognized) akan lebih menguntungkan pada perkembangan usaha di tahap selanjutnya. Pemilihan nama tidaklah juga selalu harus didasarkan sumber yang relevan atau berkaitan dengan produk, sebagai contoh, nama Starbucks, didapatkan dari nama sebuah perahu yang jelas-jelas tidak berhubungan dengan produk kopi. Penggunaan initial atau singkatan tertentu bisa juga menjadi inspirasi, dimana terkadang initial ini akan menjadi pertanyaan bagi konsumennya, sehingga saat mengetahui arti dari initial tersebut, maka nama brand akan melekat lebih permanen di benak konsumen, mari kita ambil contoh J.co Donut, banyak orang yang sebelumnya tidak tahu dan setelah mendapat informasi bahwa pemiliknya adalah Johnny Andrean (initial J), maka ide tersebut akan melekat dengan kuat.
Bagaimana dengan Rotiboy? Sang founder yaitu Hiro Tan memang sejak kanak-kanak menyukai penganan kue, sehingga dengan logonya tersebut ia mencoba mendisposisikan dirinya ke dalam merk, dan memang berhasil diterima masyarakat luas, dengan citra kepolosan dan sukacita dari seorang pecinta bakery yang dituangkan dalam sebuah logo pria dengan topi chef.